PT. Sanshiro Harapan Makmur

Ruko Caringin No. 5, Jl. Mayjend HE. Sukma Km.17, Caringin - Bogor,16740. (0251) 8224 105 (0251) 8224 018 info@sanshiro.co.id
5 Alasan Perusahaan Tak Mempekerjakan Seseorang

stev1

Bagaimana Anda menyeleksi kandidat calon pekerja? Bisa jadi Anda mulai dengan memerhatikan daftar kemampuan dan keterampilan yang dimiliki seseorang. Mungkin Anda akan melihat banyaknya  lampiran sertifikat pelatihan yang pernah diikuti seseorang. Atau jangan-jangan Anda memisahkan resume kandidat dengan IPK di atas rata-rata dan menaruh curriculum vitae dari pelamar biasa di bagian bawah.

Resume memang bisa membuat Anda terpesona pada pelamar kerja sejak pertama. Tapi Anda tidak bisa menilai seseorang dari selembar kertas itu saja, meskipun data-data yang tertulis di dalamnya sangat menarik. Anda harus bicara pada calon kandidat dan mendengarkan caranya bertutur agar bisa mengenal dan akhirnya mendapat pegawai yang cocok. Sebab profesional berkualitas belum tentu pekerja terbaik.

Jadi, jangan sia-siakan sesi wawancar kerja. Pelamar akan datang dengan persiapan terbaik untuk menjawab pertanyaan Anda. Sementara Anda juga jangan sampai mengeluarkan pertanyaan bodoh seperti “Berapa lama Anda menggunakan program excel?” Anda harus menyelami orang yang ada di hadapan saat wawancara kerja. Berikut lima alasan untuk tidak mempekerjakan seseorang yang berkualitas sekalipun seperti dikutip dari forbes.com.

 

Jangan mempekerjakan kandidat yang melewatkan sesi wawancara kerja.

Pada proses rekrutmen yang panjang, seorang kandidat bisa saja menghilang tanpa kabar, melewatkan beberapa sesi wawancara dengan user. Hal ini mungkin karena dia telah mendapatkan pekerjaan lain. Tapi, jika suatu hari dia datang dan melamar lagi, maka Anda harus menolak sejak awal. Anda butuh orang yang setia dan benar-benar tertarik untuk bekerja di perusahaan.

Jangan mempekerjakan seseorang yang tidak bertanya selama sesi wawancara kerja.

Kualitas pertanyaan yang keluar dari mulut seseorang menunjukkan intelektualitasnya. Kandidat yang banyak bertanya tentang jobdesk memperlihatkan bahwa dia serius untuk melakukan pekerjaan ini. Pelamar yang banyak bertanya tentang industri dan bisnis perusahaan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi.

Jangan mempekerjakan seseorang yang pemarah, kasar dan bersikap tidak sopan selama sesi wawancara kerja.

Ada beberapa alasan seseorang pindah dari tempat kerja sebelumnya ke perusahaan Anda. Bisa jadi kandidat yang sedang berada di hadapan Anda saat wawancara kerja pernah tersakiti di perusahaan lain. Dia lalu menunjukkan perasaan kecewa dan marah atas perlakuan atasan sebelumnya. Calon pegawai tersebut  mungkin merasa tidak pantas diperlakukan tidak adil karena dia adalah pekerja yang baik. Dan memang catatan di atas kertas menunjukkan bahwa dia adalah karyawan yang berkualitas.

Sekali lagi, jangan pekerjakan kandidat yang pemarah itu. Sebab, Anda bukan orang yang harus menyelamatkan dan merehabilitasi jiwa yang sakit. Jika mempekerjakan kandidat pemarah, Anda akan merasakan dampaknya beberapa bulan kemudian. Pegawai yang temperamental bisa saja merusak kerjasama tim suatu saat nanti.

Jangan mempekerjakan kandidat yang tidak punya arah dan tujuan.

Jangan buang-buang waktu untuk calon pegawai yang tampaknya hanya butuh pekerjaan tapi tidak punya visi akan kariernya ke depan. Jika Anda mempekerjakannya, maka rencana jangka panjang yang telah tersusun pun akan kandas di tengah jalan. Sebab, orang dewasa seharusnya tahu kemana arah tujuan dan apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai target tersebut.

Jangan mempekerjakan seseorang yang seakan berkata “Tolonglah pekerjakan saya – Saya akan melakukan apapun yang Anda inginkan!

” Sebab pegawai terbaik mempunyai harga diri yang tinggi. Pelamar kerja mungkin akan mengatakan hal baik dan menunjukkan bahwa dirinya mampu menangani pekerjaan. Tetapi, mereka bukan pengemis yang meminta pekerjaan apapun hanya untuk memuaskan atasan. Kandidat terbaik datang passion dan rencana karier jangka panjang dan untuk mereka sendiri.  Kalau seseorang tidak dapat menghargai diri sendiri, bagaimana dia bisa berkontribusi untuk tim?