PT. Sanshiro Harapan Makmur

Ruko Caringin No. 5, Jl. Mayjend HE. Sukma Km.17, Caringin - Bogor,16740. (0251) 8224 105 (0251) 8224 018 info@sanshiro.co.id
5 Pertimbangan Freelancer Sebelum Negosiasi Upah

stev2

Saat ini banyak perusahaan yang menggunakan keahlian tenaga kerja lepas untuk menyelesaikan berbagai proyek. Mereka tidak perlu mempekerjakan seseorang di perusahaan dan meminimalisasi pengeluaran gaji bulanan, asuransi dan tunjangan lainnya. Sementara itu sebagian orang juga merasa senang bekerja sebagai freelancer. Sebab, mereka tetap bisa mendapatkan uang dengan memanfaatkan keahlian yang dimiliki tanpa perlu repot bolak-balik ke kantor dan frustasi menghadapi kemacetan. Bahkan, pekerja lepas yang pandai mengatur waktu dan ritme kerja bisa menerima proyek dari beberapa perusahaan.

Buat Anda yang baru menjajal dunia freelancer, mungkin masih bingung menetapkan tarif. Anda harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum bertemu dan bernegosiasi dengan perusahaan yang menawarkan proyek. Simak beberapa pertimbangan berikut seperti dikutip dari situs pribadi konsultan digital lepas, benrmatthews.com.

 

 

Menetapkan patokan

Anda bisa mencari informasi dari dunia maya tentang patokan bayaran untuk kemampuan Anda. Kemudian Anda sesuaikan dengan beban pekerjaan yang ditawarkan. Beberapa freelancer mengungkapkan besaran nilai bayaran atas proyek yang dikerjakan. Selain itu, ada juga forum dan situs networking di mana banyak orang berkumpul dan berbagi pengalaman tentang kerja lepas. Anda bisa meninggalkan komentar di forum tersebut dan menanyakan pendapat pada peserta lain tentang bayaran yang pantas untuk sebuah proyek. Jawaban mereka bisa menjadi patokan sebelum memberi penawaran pada perusahaan yang menawarkan proyek pada Anda.

Anda juga bisa mendapat informasi pembayaran freelancer dari buku dan berbagai artikel. Beberapa waktu lalu, liputan6.com mengungkapkan besaran gaji untuk beberapa jenis proyek untuk pekerja lepas. Di artikel tersebut disebutkan bahwa penulis atau copy writer bisa mendapat bayaran Rp 250 ribu per jam. Sementara fotografer akan mendapat gaji Rp 259 ribu per jam. Ahli bahasa bisa mendapat upah dari kerja menerjemahkan naskah dengan upah Rp 272 ribu per jam. Sementara akuntan bisa dibayar Rp 324 ribu per jam.

Bertanya pada freelancer lain

Jika tidak yakin dengan pendapat dari orang yang tidak dikenal di dunia maya, Anda bisa bertanya pada teman yang sudah terlebih dahulu jadi freelancer. Dengan bertemu langsung dengan orang yang pernah mengerjakan proyek serupa, maka Anda bisa menanyakan dengan detail terkait bayaran yang pantas. Anda juga bisa belajar dari pengalaman orang tersebut selama menjalani proyek.

Biasanya freelancer senior akan menyarankan pekerja lepas baru untuk tidak menetapkan bayaran terlalu tinggi. Sebab, Anda tidak punya portofolio yang cukup sebagai daya tawar. Anda bisa saja langsung menerima tawaran proyek untuk menambah pengalaman.

Bertanya pada ahli dari divisi sumber daya manusia

Jika punya kenalan yang bekerja di divisi sumber daya manusia di satu perusahaan, maka Anda bisa bertanya padanya. Mereka akan memberikan saran tentang berapa bayaran untuk freelancer dengan proyek serupa seperti yang sedang diawarkan pada Anda. Sebab, mereka tahu perhitungan gaji dan bisa memberi sudut pandang dari pihak perusahaan yang punya proyek. Jika Anda tidak punya teman yang bekerja sebagai HRD, maka cobalah cari dari jaringan rekan yang lain. Mungkin Anda bisa bertanya pada rekan kerja dari sahabat Anda.

Bicara dengan perusahaan

Pada akhirnya Anda akan berada dalam situasi di mana harus bernegosiasi dnegan perusahaan yang menawarkan proyek. Anda harus merasa nyaman untuk berdiskusi tentang pembayaran. Jangan takut untuk mengajukan angka agar Anda mendapat upah yang sesuai. Apalagi jika Anda sudah mengantongi beberapa pendapat dan punya patokan tentang honorarium yang sesuai. Negosiasi dengan klien membutuhkan kepercayaan diri yang tinggi.

Bertanya budget klien

Anda mungkin tidak bisa menggunakan informasi budget untuk menetapkan basis honorarium. Namun, Anda bisa menggunakannya sebagai gambaran awalan. Anda tentu tidak bisa memaksakan perusahaan untuk membayar lebih tinggi jika mereka tidak punya cukup uang. Anda harus mempertimbangkan prioritas Anda sendiri, Jika Anda ingin proyek tersebut, maka ambil saja untuk menambah pengalaman walaupun dnegan bayaran minim. Namun, jika Anda sudah merasa cukup mahir dan pantas dibayar lebih tinggi, maka tinggalkan saja. Perusahaan akan mencari pekerja lepas yang lain yang mau dibayar sesuai budget. Namun, Anda bisa menggunakan informasi berharga ini sebagai patokan untuk proyek serupa di masa mendatang.